
🚦 Berapa Persen Grab Ambil dari Mitra? Fakta di Balik Isu Viral Ini
Belakangan ini, warganet ramai membicarakan isu tentang berapa persen sebenarnya Grab mengambil dari penghasilan mitra, baik itu driver GrabBike, GrabCar, maupun merchant GrabFood. Isu ini viral setelah beberapa driver membagikan tangkapan layar penghasilan bersih mereka yang dinilai terlalu kecil jika dibandingkan dengan total biaya yang dibayarkan pelanggan.
📉 Potongan Komisi Resmi Grab
Menurut informasi yang beredar dan pernyataan resmi Grab di beberapa negara Asia Tenggara:
GrabBike dan GrabCar: Komisi yang dipotong Grab dari setiap perjalanan berkisar antara 20%–25%.
GrabFood dan GrabExpress: Potongan komisi dari merchant bisa mencapai 20%–30%, tergantung pada jenis kerja sama dan wilayah operasional.
Namun, dalam praktiknya, potongan ini bisa terasa lebih besar jika ditambah biaya aplikasi, pajak, dan berbagai insentif atau penalti.
📱 Keluhan dari Mitra dan Viral di Media Sosial
Banyak mitra driver menyuarakan ketidakpuasan mereka atas sistem bagi hasil tersebut. Mereka menyebut pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan, apalagi dengan biaya operasional yang tinggi seperti bensin, perawatan motor, dan kuota internet.
Postingan seperti:
“Dari tarif Rp 20.000, saya cuma dapat Rp 11.000. Sisanya ke Grab dan potongan lain.”
menjadi viral di Twitter/X, TikTok, dan Facebook, disertai tagar seperti #GrabPotongTerlaluBesar dan #HapusKomisiOjol.
📊 Sudut Pandang Grab
Grab sendiri menyatakan bahwa potongan komisi digunakan untuk:
Pengembangan teknologi aplikasi
Layanan pelanggan
Promosi
Asuransi mitra
Dukungan operasional lainnya
Namun penjelasan ini dianggap tidak cukup oleh sebagian mitra yang mengharapkan sistem yang lebih transparan dan adil.
⚖️ Perbandingan dengan Platform Lain
Sebagai perbandingan:
GoJek biasanya memotong 10%–20% tergantung skema insentif.
ShopeeFood dikenal dengan sistem potongan yang fleksibel namun promosi berbayar tinggi.
🧭 Kesimpulan: Transparansi dan Keadilan Sangat Dibutuhkan
Isu viral ini menunjukkan pentingnya transparansi antara Grab dan mitra pengemudinya. Di era digital, sistem bagi hasil harus adil, terbuka, dan bisa dipantau langsung oleh para mitra agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
📚 Referensi Bergaya Wikipedia dan Sumber Tepercaya:
Kompas.com – Ekonomi Digital
CNBC Indonesia – Grab dan Ekonomi Digital
Detik Finance – Grab Driver Komisi
Tempo Bisnis – Teknologi Transportasi
Tirto.id – Masalah Kesejahteraan Mitra Grab