
🎲 Apakah Pembuatan Kasino Dapat Menambah Devisa Bagi Negara?
Perdebatan mengenai legalisasi kasino di Indonesia kembali mencuat setelah munculnya wacana pembangunan kawasan hiburan terpadu di beberapa daerah pariwisata. Salah satu topik utama dalam perdebatan ini adalah apakah pembuatan kasino dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan devisa negara?
Berdasarkan data dari Wikipedia dan laporan ekonomi dari berbagai negara, kasino dapat memberikan kontribusi besar terhadap pemasukan negara, terutama melalui:
Pendapatan pajak dari industri perjudian
Peningkatan sektor pariwisata internasional
Penyerapan tenaga kerja lokal
Investasi asing langsung (FDI) ke sektor hiburan
Contoh nyata dapat dilihat dari Makau dan Singapura, di mana kasino menjadi salah satu penyumbang utama devisa dan pertumbuhan ekonomi.
Makau misalnya, pada 2019 memperoleh lebih dari USD 36 miliar dari sektor perjudian, menjadikannya sebagai pusat kasino terbesar di dunia, melampaui Las Vegas.
Indonesia sebenarnya memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata. Bila kasino diatur secara ketat dan ditujukan untuk turis asing, maka potensi untuk menambah devisa cukup besar.
Namun, hal ini membutuhkan:
Regulasi hukum yang ketat
Pengawasan untuk mencegah dampak sosial
Pembatasan akses untuk warga lokal demi menghindari kecanduan
Meskipun potensi ekonominya besar, legalisasi kasino di Indonesia berbenturan dengan:
Norma agama dan sosial
Undang-Undang Anti-Judi
Risiko meningkatnya kriminalitas dan pencucian uang
Sejauh ini, berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, praktik perjudian, termasuk kasino, masih ilegal di seluruh wilayah Indonesia.
Kelebihan:
Sumber devisa baru di tengah krisis ekonomi
Menghidupkan sektor pariwisata
Menarik investasi asing
Kekurangan:
Potensi masalah sosial
Resistensi budaya dan agama
Rentan terhadap korupsi dan kejahatan terorganisir
📚 Referensi Gaya Wikipedia
Data ekonomi Singapura dari Monetary Authority of Singapore
Kajian akademik dan laporan World Bank tentang industri hiburan